RUPS BINAKARYA GROUP 24 Mei 2019

 

PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) perusahaan yang bergerak di bidang properti.

Pada hari Jumat (24/5/2019) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Expose 2019

www.bpg.id

Pluit Residenseas mendapat penghargaan “The Best Property in North Jakarta” oleh @rumah123com

Pluit Residenseas mendapat penghargaan “The Best Property in North Jakarta” oleh @rumah123com ! Dalam acara Real Estate Awards 2019 yang diadakan pada tanggal 10 April 2019, Pluit Residenseas yang merupakan bagian dari @binakaryagroup berhasil menjadi Properti Terbaik di Jakarta Utara. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Anda semua 🙏

www.pluitresidenseas.id

#pluitresidenseas #apartementepilaut #apartemenjakarta #residence #lifestyle#apartemenjakartautara #pluit #investment #property #waterfront#affordableluxury

Happy Cap Go Meh 2019

Cap Go Meh adalah festival akhir dari perayaan tahun baru China atau Imlek. Cap Go Meh bukan saja sebagai pelestarian budaya, tetapi juga sebagai simbol toleransi dan pembauran antaretnis yang harmonis. Festival Imlek dan Cap Go Meh sudah mendunia serta mendapat pengakuan dari UNESCO

Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari. Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut, suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

Perayaan Festival Cap Go Meh di Indonesia sendiri sangat bervariasi. Perayaan biasanya dilakukan oleh umat kelenteng-kelenteng atau Wihara dengan melakukan kirab atau turun ke jalan raya sambil menggotong ramai-ramai Kio/Usungan yang didalamnya diletakkan arca para Dewa. Upacara ini dilakukan pada malam hari; untuk itu perlu disiapkan penerangan dengan lampu-lampu lampion yang dipasang sejak senja hari hingga keesokan harinya. Inilah yang kemudian menjadi lampion-lampion dan aneka lampu berwarna-warni yang menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh

Bahkan di beberapa kota di tanah air seperti di daerah Jakarta dan di Manado, terdapat atraksi ‘lokthung‘ atau ‘thangsin‘ dimana ada seseorang yang menjadi medium perantara yang konon setelah dibacakan mantra tertentu dipercaya telah dirasuki oleh roh Dewa untuk memberikan berkat bagi umat Nya. Mereka biasanya akan melakukan beberapa atraksi sayat lidah, memotong lengan atau menusuk bagian badannya dengan sabetan pedang, golok, dan lain sebagainya. Sementara di Kalimantan, tepatnya di kota Pontianak dan Singkawang, atraksi ini disebut ‘Tatung‘ lho.

Nah, Bagi kamu yang merayakan, Selamat merayakan hari Cap Go Meh! (Sumber : kompas.com)

Penghargaan Pengembang Terbaik kategori Izin Prinsip KPR Syariah Terbanyak 2019

Terimakasih @indonesiapropertiexpo dan @bankbtn atas penghargaan yang diberikan kepada @binakaryagroup dengan predikat sebagai JUARA 1 PENGEMBANG TERBAIK kategori IZIN PRINSIP KPR SYARIAH TERBANYAK, yang turut berpartisipasi dalam event Indonesia Properti Expo 2-10 Februari 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan

www.bpg.id

#jccsenayan #inapex #properti #indonesiapropertiexpo #eventjcc #propertiindonesia #binakaryagroup #HallB #No50 #developerproperti

Cek Pameran Perumahan, Rini: Dekat Transportasi Publik Nggak?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno hari ini melakukan kunjungan ke pameran perumahan Indonesia Property Expo (IPEX) 2019. Saat melakukan kunjungan, hal yang menjadi perhatian Rini adalah akses transportasi umum.

Pameran IPEX 2019 digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di JCC, Senayan, Jakarta. Pembukaan pameran dilakukan oleh Rini dan Direktur Utama BTN Maryono.

Setelah pembukaan, Rini dan Maryono mengelilingi pameran dan memasuki booth yang menawarkan proyek rumah hingga apartemen.
Di sela-sela kunjungannya, hal utama yang Rini fokuskan adalah mempertanyakan akses hunian menuju transportasi publik. Sebab hal itu dinilai sebagai aspek utama.

“Tadi di booth-booth pameran saya selalu tanya apakah apartemennya dekat dengan transportasi publik? Karena menurut saya itu yang paling utama,” kata dia di sela-sela kunjungan, JCC, Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Lebih lanjut, ia meminta kepada Maryono untuk selalu memperhatikan aspek tersebut. Pasalnya, saat ini pemerintah tengah menggenjot penggunaan transportasi umum.

“Memang ini yang saya dorong terus juga kepada BTN yang dalam memberikan pembiayaan kepada para developer harus selalu juga memperhatikan transportasi umum. Itu yang ke depannya harus kita dorong ke sana,” papar dia.
Selain itu, ia juga menyoroti harga hunian. Sebab, saat ini yang paling banyak membutuhkan rumah yakni kaum milenial.
“Terus harganya berapa. Jadi memang di Indonesia ini kan kebutuhan untuk rumah tinggal backlog masih banyak sekali. Terutama tentunya bagi kaum milenial dan pasangan baru menikah yang mencari tempat, itu biasanya sangat dibutuhkan,” tutup dia.

Sumber

Menteri Rini Minta BTN Perhatian Kebutuhan Tempat Tinggal Milenial

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengunjungi Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Centre (JCC) pada Sabtu ini. Adapun IPEX merupakan hajatan pameran properti yang digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Rini menghimbau agar manajemen BTN dapat menyukseskan program pemerintah untuk mencapai Program Sejuta Rumah. Ia juga meminta BTN untuk mempertimbangkan aspek kepentingan masyarakat dalam kebutuhan properti.

“Jadi memang di Indonesia ini kebutuhan untuk tempat tingal masih banyak sekali backlog dan memang terutama untuk milenial. Misalnya yang baru nikah mereka biasanya cari tempat dan itu yang dibutuhkan,” ujarnya di JCC, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2/2019).

Menurut Rini, BTN sebaiknya dapat memperhatikan aspek pembiayaan yang dapat mendukung kepentingan dan kebutuhan bagi masyarakat.

“Makanya saya keliling booth di sini selalu tanyakan bahwa apa dekat (propertinya) dengan transportasi publik? Harganya berapa kalau pakai angkot? Ini yang saya minta juga ke BTN memberikan pembiayaan kepada developer-developer harus memperhatikan juga fasilitas pendukungnya seperti transportasi, ruangan anak bermain dan sebagainya,” imbuhnya.

Sementara itu, meski tahun ini adalah tahun politik, Direktur Utama BTN Maryono menuturkan bahwa pertumbuhan industri properti tidak akan terganggu pada tahun ini.

Di tengah kepastian global, ia bahkan optimistis BTN mampu mencetak kredit baru sebesar Rp 5 triliun.

“Permintaan properti terus tinggi, selain itu faktor lain yang mendorong adalah meningkatnya kesadaran generasi milenial untuk memiliki rumah dan komitmen pemerintah dalam menyukseskan Program Satu Juta rumah,” kata dia.

Sumber